
SMAARROHMAH.SCH.ID – SMA Ar-Rohmah Putra Malang menggelar kegiatan psikoedukasi untuk siswa kelas XI dan XII pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri yakni Abidah Ardeliyah, S.Psi., Annisa Nabila Putri Diliharto, S.Psi., dan Novica Anggraini, S.Psi. dengan mengangkat tema “Becoming a Self-Regulated Learner, Smart Learning Strategies for Success.”
Psikoedukasi ini dirancang sebagai bekal bagi para siswa agar mampu mengelola cara belajar secara mandiri, terstruktur, dan efektif. Hal ini sejalan dengan tuntutan pendidikan abad 21 yang menekankan pada kemandirian, kreativitas, serta daya juang dalam menghadapi tantangan belajar di sekolah maupun kehidupan setelah lulus. Dengan tema yang relevan, kegiatan ini menjadi langkah nyata SMA Ar-Rohmah untuk mendukung perkembangan akademik sekaligus karakter siswanya.
Salah satu manfaat utama dari Self-Regulated Learner adalah meningkatkan prestasi belajar. Siswa yang terbiasa belajar dengan teratur dan konsisten akan lebih mudah memahami materi pelajaran, sehingga hasil akademik pun ikut meningkat. Mereka tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap pelajaran yang dipelajari.
Lebih dari itu, Self-Regulated Learning melatih siswa untuk mandiri dalam belajar. Mereka tidak selalu harus menunggu arahan guru atau bantuan orang lain, melainkan mampu menyusun strategi belajar sendiri. Kemandirian ini menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi, di mana guru tidak lagi memberi bimbingan intensif sebagaimana di sekolah menengah.
Manfaat lain yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi internal dan keterampilan manajemen waktu. Dengan memiliki kesadaran diri, siswa dapat mengatur kapan harus belajar dan kapan saatnya beristirahat, sehingga tercipta keseimbangan antara akademik dan kesehatan mental. Kedisiplinan semacam ini membantu mereka untuk tetap fokus tanpa merasa terbebani secara berlebihan.
Selain itu, Self-Regulated Learner juga membangun rasa percaya diri atau self-efficacy. Ketika siswa terbiasa belajar dengan teratur dan berhasil menyelesaikan targetnya, mereka akan semakin yakin dengan kemampuan diri sendiri. Kepercayaan diri ini bukan hanya penting di bangku sekolah, tetapi juga saat menapaki dunia kuliah dan dunia kerja. Pada akhirnya, mereka akan terbentuk sebagai longlife learner yang siap belajar sepanjang hayat, adaptif terhadap perubahan, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.
Terkait dengan tema besar kegiatan ini, para pemateri juga menekankan satu prinsip penting: “The more you understand yourself, the better you learn.” Semakin seseorang memahami kekuatan, kelemahan, gaya belajar, serta motivasinya sendiri, maka semakin efektif pula ia dalam menyerap ilmu. Pemahaman diri ini membuat siswa bisa memilih strategi belajar yang sesuai, mengatasi hambatan dengan lebih bijak, serta meraih hasil belajar yang optimal. Dengan kata lain, memahami diri adalah fondasi penting bagi keberhasilan belajar yang sesungguhnya.
Melalui kegiatan psikoedukasi ini, SMA Ar-Rohmah berharap para siswa kelas XI dan XII dapat membekali diri dengan keterampilan belajar mandiri yang akan menemani mereka hingga jenjang pendidikan berikutnya. Tidak hanya sukses dalam ujian sekolah, tetapi juga siap menghadapi dunia perkuliahan dan kehidupan profesional dengan karakter pembelajar sejati.(mu/sa)




