SMA Ar-Rohmah Putra Gelar Psikoedukasi: Anti Bullying For Strong Brotherhood

SMA Ar-Rohmah Putra Malang menyelenggarakan psikoedukasi kelas X bertema Anti Bullying for Strong Brotherhood dengan pemateri Dr. (c) Unun Zumairoh Asr Himsyah, M.Pd. Kegiatan ini menanamkan kesadaran bahaya bullying, pentingnya ukhuwah, serta peran siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh persaudaraan

SMAARROHMAH.SCH.ID – SMA Ar-Rohmah menyelenggarakan kegiatan psikoedukasi bagi siswa kelas X dengan tema Anti Bullying for Strong Brotherhood. Acara ini menghadirkan narasumber Dr. (c) Unun Zumairoh Asr Himsyah, M.Pd, dosen Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII Dalwa). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran siswa tentang bahaya bullying serta pentingnya persaudaraan yang kuat di lingkungan sekolah berasrama.

Sesi dimulai dengan suasana hangat, di mana para santri diberikan ruang untuk menyampaikan curahan hati mereka terkait pengalaman maupun pandangan tentang bullying. Melalui pendekatan ini, siswa merasa lebih terbuka dan nyaman, sehingga pemateri dapat menggali pemahaman awal sebelum memberikan penjelasan lebih mendalam.

Dalam pemaparan, pemateri menjelaskan bahwa bullying adalah bentuk penyalahgunaan kekuatan (power imbalance) yang dilakukan secara berulang dengan tujuan menyakiti orang lain. Dijabarkan pula berbagai macam bentuk bullying yang sering terjadi, mulai dari bullying verbal, fisik, sosial (hubungan), hingga cyber bullying di media sosial.

Selain bentuknya, peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak bullying yang bisa mengganggu kesehatan mental, merusak kepercayaan diri, hingga menurunkan prestasi belajar korban. Pemateri menekankan bahwa bullying bukan hanya masalah individu, melainkan masalah bersama yang harus dicegah dan dihentikan.

Menariknya, perspektif bullying tidak hanya dilihat dari sudut pandang psikologis, namun juga dijelaskan melalui kacamata Islam serta hukum negara. Dalam Islam, bullying bertentangan dengan ajaran akhlak mulia, sementara secara hukum negara, tindakan bullying bisa berimplikasi pada sanksi hukum. Hal ini membuka wawasan siswa bahwa bullying adalah tindakan yang serius dan tidak bisa dianggap sepele.

Lebih jauh, pemateri juga memaparkan bagaimana peran masing-masing pihak dalam menyikapi bullying: korban harus berani bicara, pelaku harus bertanggung jawab dan bertobat, sedangkan teman sekitar (upstander) harus menjadi pelindung yang berani mencegah dan melawan tindakan bullying. Dengan demikian, tercipta budaya saling menjaga dan melindungi di lingkungan sekolah.

SMA Ar-Rohmah Putra kembali menyelenggarakan kegiatan psikoedukasi bagi siswa kelas X dengan tema Anti Bullying for Strong Brotherhood. Acara ini menghadirkan narasumber Dr. (c) Unun Zumairoh Asr Himsyah, M.Pd, dosen Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII Dalwa). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran siswa tentang bahaya bullying serta pentingnya persaudaraan yang kuat di lingkungan sekolah berasrama.Sesi dimulai dengan suasana hangat, di mana para santri diberikan ruang untuk menyampaikan curahan hati mereka terkait pengalaman maupun pandangan tentang bullying. Melalui pendekatan ini, siswa merasa lebih terbuka dan nyaman, sehingga pemateri dapat menggali pemahaman awal sebelum memberikan penjelasan lebih mendalam.Dalam pemaparan, pemateri menjelaskan bahwa bullying adalah bentuk penyalahgunaan kekuatan (power imbalance) yang dilakukan secara berulang dengan tujuan menyakiti orang lain. Dijabarkan pula berbagai macam bentuk bullying yang sering terjadi, mulai dari bullying verbal, fisik, sosial (hubungan), hingga cyber bullying di media sosial.Selain bentuknya, peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak bullying yang bisa mengganggu kesehatan mental, merusak kepercayaan diri, hingga menurunkan prestasi belajar korban. Pemateri menekankan bahwa bullying bukan hanya masalah individu, melainkan masalah bersama yang harus dicegah dan dihentikan.Menariknya, perspektif bullying tidak hanya dilihat dari sudut pandang psikologis, namun juga dijelaskan melalui kacamata Islam serta hukum negara. Dalam Islam, bullying bertentangan dengan ajaran akhlak mulia, sementara secara hukum negara, tindakan bullying bisa berimplikasi pada sanksi hukum. Hal ini membuka wawasan siswa bahwa bullying adalah tindakan yang serius dan tidak bisa dianggap sepele.Lebih jauh, pemateri juga memaparkan bagaimana peran masing-masing pihak dalam menyikapi bullying: korban harus berani bicara, pelaku harus bertanggung jawab dan bertobat, sedangkan teman sekitar (upstander) harus menjadi pelindung yang berani mencegah dan melawan tindakan bullying. Dengan demikian, tercipta budaya saling menjaga dan melindungi di lingkungan sekolah.Kegiatan ditutup dengan ikrar santri SMA Ar-Rohmah untuk bersama-sama menolak segala bentuk bullying, menjaga ukhuwah, dan membangun suasana sekolah yang aman serta nyaman. Acara berakhir dengan doa bersama dan sesi tanya jawab, di mana siswa berkesempatan mendalami materi lebih jauh. Melalui psikoedukasi ini, diharapkan seluruh siswa mampu menjadi generasi yang kuat, saling mendukung, dan menjunjung tinggi persaudaraan sejati.Kegiatan ditutup dengan ikrar santri SMA Ar-Rohmah untuk bersama-sama menolak segala bentuk bullying, menjaga ukhuwah, dan membangun suasana sekolah yang aman serta nyaman. Acara berakhir dengan doa bersama dan sesi tanya jawab, di mana siswa berkesempatan mendalami materi lebih jauh. Melalui psikoedukasi ini, diharapkan seluruh siswa mampu menjadi generasi yang kuat, saling mendukung, dan menjunjung tinggi persaudaraan sejati.

SMA Ar-Rohmah Putra Malang menyelenggarakan psikoedukasi kelas X bertema Anti Bullying for Strong Brotherhood dengan pemateri Dr. (c) Unun Zumairoh Asr Himsyah, M.Pd. Kegiatan ini menanamkan kesadaran bahaya bullying, pentingnya ukhuwah, serta peran siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh persaudaraan
SMA Ar-Rohmah Putra Malang menyelenggarakan psikoedukasi kelas X bertema Anti Bullying for Strong Brotherhood dengan pemateri Dr. (c) Unun Zumairoh Asr Himsyah, M.Pd. Kegiatan ini menanamkan kesadaran bahaya bullying, pentingnya ukhuwah, serta peran siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh persaudaraan
SMA Ar-Rohmah Putra Malang menyelenggarakan psikoedukasi kelas X bertema Anti Bullying for Strong Brotherhood dengan pemateri Dr. (c) Unun Zumairoh Asr Himsyah, M.Pd. Kegiatan ini menanamkan kesadaran bahaya bullying, pentingnya ukhuwah, serta peran siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh persaudaraan
SMA Ar-Rohmah Putra Malang menyelenggarakan psikoedukasi kelas X bertema Anti Bullying for Strong Brotherhood dengan pemateri Dr. (c) Unun Zumairoh Asr Himsyah, M.Pd. Kegiatan ini menanamkan kesadaran bahaya bullying, pentingnya ukhuwah, serta peran siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh persaudaraan
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp
Telegram

Berita Populer