Akar Sejarah OSIS SMA Ar Rohmah
Dahulu, SMA Ar-Rohmah Putra memiliki dua organisasi utama, yaitu OPH (Organisasi Pelajar Hidayatullah) yang berbasis di sekolah dan ISTH (Imaaratu Syuuni Thalabah Hidayatullah) yang berbasis di asrama. Namun, perbedaan sektor ini sempat memicu dinamika organisasi, mulai dari tumpang tindih rekrutmen hingga fenomena rangkap jabatan yang menyebabkan kurangnya objektivitas dalam pengelolaan informasi antarorganisasi.
Guna menciptakan sinergi yang lebih solid dan menghindari konflik kepentingan, pengurus inti kedua organisasi bersama Pembina sepakat untuk melakukan integrasi. Melalui musyawarah mufakat, OPH dan ISTH resmi disatukan menjadi satu wadah tunggal, yakni OSIS.
Perjalanan Awal dan Gebrakan Organisasi
OSIS mengawali kiprahnya sebagai pilar organisasi di bawah naungan asrama dan sekolah dengan meluncurkan berbagai program strategis, baik berskala internal maupun eksternal. Dalam perjalanannya, OSIS tidak bergerak sendirian. Hadir pula Language Improvement Center (LIC), organisasi khusus kebahasaan di SMA Ar-Rohmah Putra, yang menjadi mitra sekaligus rival sehat dalam rekrutmen anggota. Untuk menjaga fokus pengembangan diri, sekolah menetapkan kebijakan bahwa setiap santri hanya diperbolehkan memilih satu organisasi utama.
Transformasi Menjadi GPH (Gerakan Pandu Hidayatullah)
Transformasi besar terjadi pada tahun 2022. Berdasarkan instruksi dari Pengurus Pusat Hidayatullah, seluruh lembaga pendidikan di bawah naungannya diwajibkan menyatukan wadah pengorganisasian siswa ke dalam satu payung resmi, yaitu Gerakan Pandu Hidayatullah (GPH). Sejak saat itu, OSIS berevolusi dan berganti nama menjadi GPH, yang hingga kini terus konsisten menjadi sarana pengkaderan dan kepemimpinan bagi seluruh santri.
Peleburan LIC dengan GPH hingga perkembangan masa kini Sejarah perkembangan Gerakan Pandu yatullah (GPH) mencatat transformasi penting melalui peleburan Language Improvement Center (LIC) ke dalam strukturnya. Didasari oleh berbagai dinamika dan kebutuhan organisasi, Pembina memutuskan untuk menyatukan LIC yang semula merupakan organisasi mandiri menjadi bagian integral sebagai Departemen Kebahasaan. Penguatan sistem ini berlanjut pada masa kesiswaan Ust. Mawardi, dimana tata kelola organisasi dipertegas dengan menempatkan seorang pembina di setiap departemen untuk mengkoordinasikan seluruh program kerja secara terpadu. Hingga saat ini, GPH terus berkembang secara dinamis dengan menaungi lima departemen utama, yaitu Humas, Minat dan Bakat, Lingkungan, Kedisiplinan, serta Kebahasaan, semuanya bersinergi dalam menjalankan visi besar organisasi.





