
Malang, 03 September 2025 – SMA Ar-Rohmah menggelar kegiatan bertaraf internasional dengan menghadirkan narasumber dari luar negeri. Bertempat di aula sekolah, dilaksanakan International Conference yang menghadirkan Prof. Lin Young En dari Da-Yeh University, Taiwan. Seluruh siswa kelas XII menjadi peserta utama dalam agenda tersebut.
Konferensi internasional ini dikemas dalam dua rangkaian kegiatan, yakni Stadium General dan Pre Interview Study Abroad. Melalui sesi ini, santri diperkenalkan dengan perkembangan mutakhir di bidang teknologi sekaligus diberikan gambaran tentang peluang beasiswa luar negeri. Materi yang disampaikan menyentuh aspek penting mengenai kesiapan generasi muda menghadapi era globalisasi, terutama dalam kaitannya dengan kemajuan teknologi dan kompetisi akademik lintas negara.
Antusiasme santri terlihat sejak awal hingga akhir acara. Mereka aktif mengikuti jalannya paparan, mencatat poin-poin penting, serta menaruh perhatian besar pada sesi yang membahas jalur beasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Momentum ini sekaligus memberikan gambaran nyata bahwa santri SMA Ar-Rohmah memiliki semangat tinggi untuk memperluas wawasan sekaligus menyiapkan diri bersaing di tingkat internasional.
Penyelenggaraan International Conference ini bukan sekadar upaya memperluas jaringan akademik dengan perguruan tinggi luar negeri, tetapi juga langkah strategis untuk menyiapkan santri agar memiliki kompetensi global. SMA Ar-Rohmah menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan keteguhan memegang nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, para santri tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter Islami dalam menjalani kehidupan.
Melalui kegiatan ini, SMA Ar-Rohmah meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi yang memiliki visi global, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman. Diharapkan, pengalaman belajar langsung dari akademisi internasional mampu menjadi bekal berharga bagi para santri untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus mengukuhkan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa yang berdaya saing tinggi tanpa kehilangan jati diri keislaman. (mu/sa)





