Malang – Nama Mizanurafi’ Ghifarhadi Prasiefa, atau akrab disapa Mizan, mungkin sudah tak asing bagi keluarga besar SMA Ar-Rohmah Putra. Alumni yang dikenal tenang dan tekun ini kini sukses menapaki dunia bisnis modern tanpa meninggalkan ruh keislamannya sebagai santri.
Lulus dari SMA Ar-Rohmah Putra, Mizan melanjutkan studi di Jurusan Teknik Kimia Universitas Jember (UNEJ) dan menuntaskan Magister Teknik Kimia di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Namun, di balik sederet prestasi akademiknya, ia menyimpan kebanggaan tersendiri: hafal 30 juz Al-Qur’an.
“Hal paling berkesan selama mondok di Ar-Rohmah adalah proses menghafal Al-Qur’an dan kedekatan dengan para ustadz,” kenang Mizan.
“Dari mereka saya belajar bukan hanya ilmu, tapi juga adab dan keistiqamahan.”
Kini, Mizan disibukkan dengan mengelola Sparkling Digital Printing, sebuah usaha yang bergerak di bidang percetakan, konveksi, bordir, sablon, dan sublik. Ia memegang peran penting di bagian digital marketing, mengembangkan branding dan jaringan pelanggan di dunia digital.
Meski kini berstatus pengusaha, jiwa santrinya tetap hidup. Mizan tak lupa menitipkan pesan untuk adik-adik kelasnya di Ar-Rohmah.
“Tetap bangga dan berjuang dengan status santri,” pesannya.
“Tapi jangan overproud dan merasa cukup dalam ilmu agama. Iman itu naik turun, yang penting masih mau untuk naik lagi—apapun kondisinya.”
Kisah Mizan menjadi bukti bahwa menjadi santri bukan berarti menutup diri dari kemajuan zaman. Justru dengan bekal keimanan dan semangat belajar yang ditanamkan di Ar-Rohmah, para alumni mampu berkiprah di berbagai bidang dengan tetap membawa nilai-nilai Qur’ani.



